Buih mimpi


cita-cita di SMAN 68 JAKARTA
oleh: shafana Alin






   saat ku tahu aku telah masuk ke gerbang ini, banyak sekali kalimat-kalimat yang ku terbangkan ke alam mimpiku. mimpiku tak dapat di bendung, mungkin dapat muncul lebih tiap menit tanpa dapat kuhalangi.

  namun diluar itu, yang terbesar dari semua mimpiku adalah mimpi-mimpi yang diucap kedua orang tuaku. mimpi mereka tak hanya diucapkan begitu saja kepadaku, mimpi mereka di ucap dalam bentuk butir-butir doa. kalimat-kalimat pinta pada-Nya.

   menurutku, sebaik-baiknya mimpi adalah mimpi yang dituangkan diatas sajadah. terdengar so cheesy, tapi ini aku. dalam jangka dekat, yang kuminta cukup sederhana, dapat mengatur waktu, mendapat nilai memuaskan, dan dapat waktu lebih untuk keluarga

   dengan bersekolah di 68 itu artinya aku harus pergi sedikit lebih jauh dari orang tuaku. tapi aku tetap bahagia, semua yang kulakukan tidak ada buruknya untukku. aku masih menikmati ini walaupun dalam keadaan tertentu aku merasa sangat berat dipundakku.

   dalam jangka agak panjang aku ingin masuk PTN seperti doa-doa orang tua ku juga. yang diminta dan dimimpi orang tua tidak akan buruk untukku. namun pilihanku bisa jadi buruk untukku. aku percaya sepenuhnya oleh permintaan-permintaan mereka.

   untuk jangka lebih panjangnya lagi, semakin banyak yang kuinginkan dan belum kuketahui. asa asanya aku harus belajar lebih banyak agar dapat mengetahui lebih banyak pula. usaha tak semudah yang kupikirkan, kadang aku berpikir akan begini-begitu dan bla bla bla namun pada kenyataannya aku tidak akan melakukan sebegitu banyak.

   aku tidak akan menuangkan semua mimpiku disini, karena terlalu banyak dan terlalu creamy untuk dibaca, mungkin lain hari akan kutuliskan. kalian juga dapat membacanya di blog-blog lain milikku.ini kisah kecilku,  bagaimana denganmu?
 
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamat hari batik nasional!

patuh tanda tangguh

Revolusi dunia